Monday, June 13, 2022

Selayang Pandang

Pada mulanya adalah “humor”. Begitulah, ciri dan khas jika menemui tulisan-tulisan Mahbub. Kepiawaian dalam merumuskan kata, dan kaya akan metafor adalah salah satu metode yang ditempuh.

Mahbub, dalam tumpukan essainya. Seperti: "Asal-Usul, Kolom Demi Kolom". Dan novel termasyhur yang mendapat hadiah sayembara mengarang roman yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1974: “Dari Hari ke Hari”, membuat bahasa, di sela-sela itu, perlu metafor untuk menyebutkan saat otoriter. Mungkin karena alasan itulah novel tersebut tampil sebagai juara.

Syahdan, Mahbub itu, ujar beberapa handai tolannya, mampu meggabungkan canda dan amanat sekaligus. Seperti dalam cuplikan penggalam essai berikut: “Kalau dulu kita butuh sosok Ratu adil, Raja adil, atau tetek bengek lainnya. Tapi, kalau sekarang “adil” saja rasanya sudah cukup”.

Tapi, coba kita lihat ke adegan lain. Bahwa organisasi yang dibidani melalui 13 pendiri itu, punya riwayat yang berliku. Perlu kerja yang pontang-panting. Karena ada cita-cita luhur yang musti diwujudkan. Dan spirit itu musti dirawat, dikembangkan dan selalu hadir secara kontinyu. Ada, maupun tidak adanya founding fathers itu sendiri.

Agaknya hal di atas selaras dengan sebuah Bunga Rampai bertajuk “80 tahun Bung Karno”. Di dalam itu, Mahbub merekam percakapan dengan pemimpin besar revolusi. “Tubuh seseorang boleh saja dikubur dan dimakan cacing tanah tanpa meninggalkan bekas. Namun, ide atau paham seseorang itu akan terus hidup. İa tidak akan pernah terkubur dan dimakan tanah” begitu kata Pemimpin Besar Revolusi.

Terakhir dan teristimewa, sebelum akhir kata. Senada dengan tema “Transformasi Gerakan, Merawat Peradaban” yang diusung tahun ini. Barangkali, bukan hanya “aktivis jalanan” yang perlu digeluti. Melainkan juga “aktivis webinar” yang perlu ditekuni.

No comments:

Post a Comment

Apa Yang Terjadi Dengan Majalah, Malam Itu

"Kamu harus berusaha agar kesenanganmu membaca koran sama dengan kesenanganmu makan rujak" begitu petuah dari kolomnis cum tokoh ...