Monday, June 13, 2022

Merdeka!

“Merdeka” adalah kata yang berdesak-desakan di bulan Agustus. Ketika republik masih balita, kata “merdeka” punya makna yang spesifik.

Kemerdekaan kadangkala bisa hadir dalam puisi. Seperti dalam penggalan puisi Chairil Anwar Karawang Bekasi, ia - si pelopor angkatan 45, itu menyebutkan ada peristiwa “tidak bisa teriak merdeka, dan angkat senjata lagi”.

Dalam sebuah wawancara, Pramoedya Ananta Toer menuturkan apa arti bagaimana kemerdekaan itu dicapai, digapai. “Saya sangat menghargai kewarganegaraan saya, katanya, karena “kemerdekaan” tidak saya peroleh secara gratis”.

Dua tahun sebelum “Indonesia Menggugat” sebuah pledoi Bung Karno di pengadilan Bandung 1930. Tepat pada 9 Maret 1928, Bung Hatta juga menyampaikan dalam pledoi termasyhurnya berjudul Indonesia Vrij – Indonesia Merdeka, di Den Haag, Belanda. Sikap dari Dwi Tunggal ini megecam, menentang sebuah status quo yang menjalar di Indonesia. Di negeri Nederhland itu, memang banyak seorang terpelajar dan "pengadilan" dimana-dimana. Namun apakah mereka mengerti akan halnya "keadilan"?

No comments:

Post a Comment

Apa Yang Terjadi Dengan Majalah, Malam Itu

"Kamu harus berusaha agar kesenanganmu membaca koran sama dengan kesenanganmu makan rujak" begitu petuah dari kolomnis cum tokoh ...