“Merdeka” adalah
kata yang berdesak-desakan di bulan Agustus. Ketika republik masih balita, kata
“merdeka” punya makna yang spesifik.
Kemerdekaan
kadangkala bisa hadir dalam puisi. Seperti dalam penggalan puisi Chairil
Anwar Karawang Bekasi, ia - si pelopor angkatan 45, itu menyebutkan
ada peristiwa “tidak bisa teriak merdeka, dan angkat senjata lagi”.
Dalam sebuah
wawancara, Pramoedya Ananta Toer menuturkan apa arti bagaimana kemerdekaan itu
dicapai, digapai. “Saya sangat menghargai kewarganegaraan saya, katanya, karena
“kemerdekaan” tidak saya peroleh secara gratis”.
Dua tahun sebelum
“Indonesia Menggugat” sebuah pledoi Bung Karno di pengadilan Bandung 1930.
Tepat pada 9 Maret 1928, Bung Hatta juga menyampaikan dalam pledoi
termasyhurnya berjudul Indonesia Vrij – Indonesia Merdeka, di
Den Haag, Belanda. Sikap dari Dwi Tunggal ini megecam, menentang sebuah status
quo yang menjalar di Indonesia. Di negeri Nederhland itu, memang banyak seorang
terpelajar dan "pengadilan" dimana-dimana. Namun apakah mereka
mengerti akan halnya "keadilan"?
No comments:
Post a Comment