Waktu, memang
seringkali berjalan tergesa-gesa. Ketika ruas jalan sebentar lagi dijemput
malam. Kita tahu, pertukaran waktu, sedang dimulai.
Di perempatan
“malam”, kuntilanak, perampok yang sudah mengintai dari kejauhan, seringkali
muncul secara tiba membuat manusia ketakutan. Namun, malam, juga kerap memukau
dengan hal-hal rahasia yang tak hadir di siang hari.
Ketika semua orang
sudah nina bobok, mereka - sekelompok orang nun jauh disana, baru memulai
hidupnya. Mungkin karena saat gelap itu, ada ladang rezeki yang melimpah ruah.
Yang musti dijemput.
Tapi malam, belum juga gelap, belum juga larut. Di tengah keramaian, di lapion yang mengejap-ngejap. Seseorang, segelintir, sering menghindar dari kerumunan. Bukan mereka lebih suka kesepian. Mungkin karena “sudut”, selalu menyajikan oase yang lebih tenang. Dan sebagaimana siang. Malam, punya “pesona”nya sendiri.
No comments:
Post a Comment