Monday, June 13, 2022

Bank dan Kenangan

Sebelum berangkat ke pasar, ibu singgah sebentar ke tempat abangnya: Bank. Aku senang bukan kepalang jika mendengar kabar ibu hendak pergi ke pasar. Melihat mainan robot, mobil-mobilan, seperti punya teman yang tak pernah kumiliki. Tapi tak apa pikirku, kan aku punya ibu dan. Ibu adalah segalanya bagiku.

Sesampai di bank, aku bilang ke ibu ikut masuk ke dalam. Aku penasaran kenapa setelah orang dewasa itu keluar dari sana wajahnya bisa berubah-ubah seketika. Ada yang senyumnya bermekaran, meskipun namanya bukan Bunga. Ada yang cemberut persis ketika aku tidak dibelikan mainan oleh ibu. Ada-ada saja perangai orang dewasa, pikirku.

Waktu masuk ke dalam atm itu kurasai hawa yang berbeda. Kok dingin banget ya disini, pikirku sambil memeluk tubuhku yang mungil. Aku menghirup udara ac yang dingin melalui hidung lalu menghembuskannya lewat mulut, ku ulangi terus-menerus selama di dalam atm itu.

Pun kartu ditelan, aku melihat ibu yang sedikit fokus memasukkan entah angka apa itu. Dan ketika mesin berbunyi tanda mengeluarkan uang. Aku berkata kepada ibu yang tanggan menggadahkan sedari tadi, “Bu, nanti kalau uangnya udah keluar, boleh aku yang ambil ya”.

Jika mengingat kisah ini. Aku ingat, bahwa umurku sudah tidak kecil lagi.

No comments:

Post a Comment

Apa Yang Terjadi Dengan Majalah, Malam Itu

"Kamu harus berusaha agar kesenanganmu membaca koran sama dengan kesenanganmu makan rujak" begitu petuah dari kolomnis cum tokoh ...